Info lombanya ada disini |
Insta Photos
Senin, 10 September 2012
Bello Blog on my own eyes
Saat saya blogwalking, saya terdampar di blog Bello. Sebuah Blog yang cantik, sesuai dengan tema kecantikan yang dipilih sang empunya mbak Rimalma, dan ternyata mbak Rimalma ini selain cantik dia juga seorang Asdos yang masih menyempatkan diri untuk ngeblog dan berbagi seputar kecantika. Wow banget bagi saya... mengingat saya sendiri yang memiliki banyak waktu di rumah masih uring-uringan (baca: malas) untuk menulis apalagi update blog.
About the blog
Entah saya sendiri kurang tahu apa yang dimaksud dengan nama Bello dan kenapa mbak Rimalma memilih nama itu. Tapi unik juga, ketika saya memperhatikan nama blognya berjalan di menu tab lappy saya. Saya samapai njenggileng (mendelik) membaca nama berlajan tersebut. Kadang kebaca LOBEL, OBELL, atau ELLOB. Eh, setelah saya buka lagi ternyata saya lupa kalau itu nama blog Bello milik mbak Rimalma, karena saya sedang buka web dengan banyak tab waktu itu. Hati-hati Blog Bello ternyata bisa bikin amnesia lho! piss mbak Rimalma. Tapi sayang, ada beberapa kekurangan. Ketika saya ingin tahu lebih jauh tentang mbak Rimalma melalui link menu "Profile" di tab blognya enggak bisa di buka. Begitu juga dengan menu tab contact dan lainnya, semua link masih mengarah ke link yang sama yaitu menu "Home".
Over all, blognya oke banget. Selalu konsisten mengupdate tentang kecantikan wanita, make up bahkan tutorial make up. Design blognya juga minimalis, simply dan dengan porsi yang pas. Dalam artian enggak begitu ribet dengan widget. Hanya widget-widget penting yang di pasang. Kadang ada beberapa blog yang mungkin dengan maksud untuk mempercantik, memasang begitu banyak widget hingga membuat loadingnya lama banget. Tapi ini tidak terjadi di Bello Blog. Sehingga saya senang berkunjung kesana, ketika saya membaca list blog disamping kiri Anda ada postingan baru dari Bello Blog langsung tancap gas.
Sukses terus untuk mbak Rimalma dan Bello Blognya :D
Minggu, 09 September 2012
Sosok Hana Tajima Simpson Di Kalangan Muslimah
![]() |
Sumber gambar dari sini |
Akhir-akhir ini, nama
Hana Tajima Simpson menjadi topik perbincangan di kalangan blogger Muslimah. Di
kalangan para blogger, nama perempuan blasteran Jepang-Inggris itu dikenal
karena gaya berjilbabnya yang unik dan lebih kasual. Sosok Hana pun telah menghias
sejumlah media di Inggris dan Brazil. Hana yang dikenal sebagai seorang
desainer membuat kejutan lewat produk berlabel Maysaa. Produk yang telah
dilempar ke pasaran dunia itu berupa jilbab bergaya layers (bertumpuk). Melalui
label itu, Hana mencoba memperkenalkan gaya berbusana yang trendi, namun tetap
sesuai dengan syariat Islam di kalangan Muslimah.
Kini,
produk busana Muslimah yang diciptakannya itu tengah menjadi tren dan
digandrungi Muslimah di negara-negara Barat. Semua itu, tak lepas dari kegigihannya
dalam mempromosikan Maysaa.
Memeluk Islam
Sebelum
mengucap dua kalimat syahadat, Hana adalah seorang pemeluk Kristen. Ia tumbuh
di daerah pedesaan di pinggiran Devon yang terletak di sebelah barat daya
Inggris. Kedua orang tuanya bukan termasuk orang yang religius, namun mereka
sangat menghargai perbedaan. Di tempat tinggalnya itu tidak ada seorang pun
warga yang memeluk Islam. Persentuhannya dengan Islam terjadi ketika Hana
melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. “Saya berteman dengan beberapa Muslim
saat di perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam
pandangan Hana, saat itu teman-temannya yang beragama Islam terlihat berbeda.
“Mereka terlihat menjaga jarak dengan beberapa mahasiswa tertentu. Mereka juga
menolak ketika diajak untuk pergi ke pesta malam di sebuah klub,” tutur Hana.
Bagi Hana, hal itu justru sangat menarik. Terlebih, teman-temannya yang Muslim
dianggap sangat menyenangkan saat diajak berdiskusi membahas materi kuliah.
Menurut dia, mahasiswa Muslim lebih banyak dihabiskan waktunya untuk membaca di
perpustakaan ataupun berdiskusi.
Dari
teman-teman Muslim itulah, secara perlahan Hana mulai tertarik dengan ilmu
filsafat, khususnya filsafat Islam. Sejak saat itu pula, Hana mulai mempelajari
filsafat Islam dari sumbernya langsung, yakni Alquran. Dalam Alquran yang
dipelajarinya, ia menemukan fakta bahwa ternyata kitab suci umat Islam ini
lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
“Di
dalamnya saya menemukan berbagai referensi seputar isu-isu hak perempuan.
Semakin banyak saya membaca, semakin saya menemukan diriku setuju dengan
ide-ide yang tertulis di belakangnya dan aku bisa melihat mengapa Islam
mewarnai kehidupan mereka (teman-teman Muslimnya-Red),” ungkapnya.
Rasa
kagumnya terhadap ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Alquran pada akhirnya
membuat Hana memutuskan untuk memeluk Islam. Tanpa menemui hambatan, ia pun
bersyahadat dengan hanya disaksikan oleh teman-teman Muslimahnya. “Yang paling
sulit saat itu adalah memberitahukan kepada keluargaku, meskipun aku tahu
mereka akan bahagia selama aku juga merasa bahagia.” ed; heri ruslan
Memilih Berjilbab
Tak
semua Muslimah tergerak untuk menutup auratnya dengan jilbab. Namun bagi Hana
Tajima, jilbab adalah identitas seorang Muslimah. Sebagai seorang mualaf,
desainer busana Muslimah yang sedang menjadi pusat perhatian itu memilih untuk
mengenakan jilbab. Seperti halnya saat memutuskan untuk memeluk Islam,
keputusan hana untuk mengenakan jilbab juga datang tanpa paksaan. “Saya mulai
mengenakan jilbab pada hari yang sama di saat saya mengucapkan syahadat. Ini merupakan
cara yang terbaik untuk membedakan kehidupan saya di masa lalu dengan kehidupan
di masa depan,” paparnya seperti dikutip dari hijabscarf.blogspot.com.
Keputusannya
untuk mengenakan jilbab kontan memancing reaksi beragam dari orang-orang di
sekitarnya, terutama teman dekatnya. Sebelum mengenakan jilbab, Hana paham
betul dengan semua konotasi negatif yang disematkan kepada orang-orang
berjilbab. “Saya tahu apa yang mereka pikirkan mengenai jilbab, tetapi saya
akan bersikap pura-pura tidak mengetahuinya. Namun seiring waktu, orang-orang
di sekitarku kini bisa bersikap lebih santai manakala melihatku dalam balutan
jilbab,” papar Hana sumringah.
Dalam
blog pribadinya Hana mengakui bahwa menjadi seorang Muslimah di sebuah negara
Barat dapat sedikit menakutkan, terutama ketika para mata di sekitarnya menatap
dengan tatapan aneh. Maklum saja, di
negara-negara Barat, sebagian penduduknya telah terjangkit Islamofobia. Tak
sedikit, Muslimah yang mengalami diskriminasi dan pelecehan saat mengenakan
jilbab. Bahkan, di Jerman beberapa waktu lalu, seorang Muslimah dibunuh di
pengadilan karena mempertahankan jilbab yang dikenakannya.
“Karena
itu, mengapa saya ingin menciptakan sesuatu yang akan membantu para Muslimah di
mana pun untuk terus termotivasi mengatasi rasa takut itu,” ujar Hana.
Sumeyye Eddeb on Qiro'ah
Summeye Eddeb, muslimah cantik dan bersuara merdu. Subhanalloh lantunannya menggetarkan jiwa. Cek it out ladies :D
Hijaber Sidoarjo (Kopdar II)
Seiring perkembangan
mode muslimah kekinian, Hijaber Sidoarjo kembali ingin memperkuat
silaturrahmi diantara sesama anggotanya. Selama ini memang hijabers
sidoarjo hanya ada dalam dunia facebook yang di gawangi oleh mbak Suci
yang sukses mempertemukan sesama anggotanya dalam ajang halal bi halal
pada 2 September 2012 lalu di Suncity Mall Food Court yang merupakan
pertemuan perdananya. Hijabers Sidoarjo kembali menggelar acara kedua
dengan tema baju Pink. Berikut Informasinya :
So, arek Sidoarjo ayo rame-rame dateng yaa :D
Vest Rajut (MyHandmade)
Gara-gara kepingin vest tapi harganya begitu mahalnya, jadi kepikiran untuk bikin vest sendiri. Dengan model sama tapi dengan aksen rajutan. Hemm.. awalnya enggak pernah kebayang gimana memulainya, karena untuk membuat topi bayi saja kadang males banget. Apalagi vest pasti akan memakan banyak waktu dan bahan, tapi Alhamdulillah begitu dilakukan ternyata cepat selesainya. Enggak sampai semminggu. Hasilnya pun memuaskan. Langsung saya bawa ke puncak lumayan bisa untuk penghangat tubuh. Hemm.. ini kalau dijual harganya malah bisa lebih mahal daripada vest yang kuinginkan, hayoo berani berapa? :D
![]() |
Tampak Belakang |
![]() |
Tampak Depan |
Head Band (MyHandmade)
Dengan model jaring-jaring kombinasi ala kuncup melati, dengan bentuk yang sangat sederhana. Hihihi buat dipakai sendiri. Enggak begitu sempurna pada bagian belakangnya, talinya agak kurang kecang. Alhamdulillah, lumayan untuk menambah koleksi aksesoris hijab.
Cantik itu ketika kita banyak mengucap syukur:D Yes!:D
Langganan:
Postingan (Atom)